Manusia adalah makhluk social. Nggak ada 1 orang pun yang sanggup hidup sendiri, pasti butuh bantuan orang lain walaupun hanya sekali-dua kali ( itu menurutku sih! Hehehe,). Nggak cumin aku, pasti kalian -para pembaca- butuh seorang teman. Teman nggak semuanya mau diajak berduka. Ada yang mengatakan “ Dia temanku! “ hanya pas dtraktir makan soto di kantin. Tapi pas lain waktu teman yang menraktir itu telat masuk sekolah dan dihukum berdiri di tengah lapangan oleh guru BK, yang tadinya mengatakan “ Dia temanku! “ langsung berubah 360 derajat jadi berkata “ Aku tak mengenal dia! Memalukan sekali punya teman yang seperti itu! “. Itu nggak jarang terjadi di sekitar kita. Banyak yang berperilaku seperti itu. Menganggap “ teman “ waktu lagi happy, tapi pura2 nggak kenal waktu si “ teman “ lagi susah. Si “ teman “ itulah yang mengimpikan seorang TEMAN. Teman yang mau diajak susah dan seneng, yang nggak memanfaatkan kata “ pertemanan “. T-E-M-A-N yang kayak gitu tuh langka ditemuin!
Ada nggak yang pernah baca novelnya Habiburrahman El- Shirazy yang judulnya “ Ketika Cinta Berbuah Surga “?? Ada suatu kisah dikumpulan cerpen itu yang menceritakan tentang arti dari sebuah pertemanan. Seorang ayah dan anaknya-yang kalo nggak salah namanya Said ( kalo salah pun nggak ada yang protes kan?hehehe ). Aku masih inget banget ceritanya. Let’s check this story! Si ayah berkata pada Said, “ … anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati dalam suka maupun duka. Teman baik, yang membantumu untuk menjadi orang baik. teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga “. Said bingung denger omongan ayahnya. Yaa,, agak lo-la gitu deh, Sob! hohoho,( like me! =P )
“ Apa maksud ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?? “, tanya Said penasaran. Ayahnya pun menjawab, “ Dia adalah teman sejati yang benar2 mau berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kaupun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan ; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga “.
Wew, so sweet kan omongannya si Ayah?? Tapi butuh kerja ekstra buat nemuin teman yang kayak gitu! Kira2 kita udah termasuk kriteria teman yang disebutin sama si Ayah itu belom ya? Lihat lah diri dan hati kalian sekarang! ^_^